ADAKAH DEMONSTRASI BERKEADABAN?

 Apakah ada demo berkeadaban? Secara teoretis mestinya ada. Secara konseptual mestinya juga ada. Jika secara empiris ternyata sulit didapatkan, tentu ada kesenjangan antara yang seharusnya dengan yang senyatanya. Ada gap antara das sein dan  das solen. Sesungguhnya, melakukan demonstrasi adalah bagian dari proses demokrasi. Demonstrasi adalah bagian dari cara untuk menyampaikan gagasan kepada pihak lain, ketika cara yang sangat lazim, misalnya musyawarah tidak lagi bisa dilakukan. Di dalam hal ini, maka demonstrasi bisa dijadikan sebagai instrument untuk artikulasi kepentingan. Continue Reading »

DEMONSTRASI SANTUN

 Ketika terjadi demonstrasi yang anarkhis sebagaimana dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Makassar yang disebabkan oleh penyerangan polisi terhadap Kantor HMI, maka Mendiknas menghimbau agar di dalam melakukan demonstrasi hendaknya dilakukan dengan santun dan tidak anarkhis. Himbauan ini tentu saja menjadi penting di tengah keinginan bersama untuk membangun masyarakat Indonesia berbasis pada kesopanan dan keadaban. Continue Reading »

ALASAN STRATEGIS MENJADI UIN

Hari Ahad, 7/03/2010, segenap pimpinan IAIN Sunan Ampel memperoleh suntikan pemahaman yang sangat menarik dari Dr. Afandi Muchtar, MA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kedatangan beliau terkait dengan kegiatan mencermati proposal konversi IAIN Sunan Ampel ke UIN Sunan Ampel. Untuk kepentingan merumuskan proposal yang perfect memang secara sengaja diundang beberapa ahli. Selain Dr. Afandi Muchtar, juga  dilakukan konsultasi dengan Prof. Abu Amar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. Agus Zainal dkk dari ITS dan juga akan menyusul yang lain. Melalui beberapa kajian dan konsultasi  diharapkan akan menghasilkan proposal yang memadai. Continue Reading »

RELIGION’S WAY OF KNOWING

 Di dalam bukunya, Arthur J. D’Adamo, menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya konflik bernuansa agama adalah yang dikonsepkan sebagai religion’s way of knowing, yaitu konflik yang  disebabkan oleh sebuah standart tentang agamanya sendiri yang diyakini kebenarannya sepenuhnya, yaitu: 1) bersifat konsisten dan berisi kebenaran-kebenaran yang tanpa kesalahan samasekali, 2) bersifat lengkap dan final—dan karena itu tidak diperlukan kebenaran dari agama lain, 3) kebenaran agamanya sendiri dianggap merupakan satu-satunya jalan keselamatan, pencerahan dan pembebasan, dan 4) seluruh kebenaran itu diyakini original dari Tuhan. Tidak ada konstruksi manusia. Continue Reading »

ADA APA DENGAN TOLERANSI BERAGAMA?

 Pada hari Selasa, 02/03/2010, saya diundang untuk acara talkshow di Televisi SBO. Selain saya juga diundang Pendeta Sumardiyanto, dari Gereja Kristen Jawi Wetan, sebagai narasumber. Acara dikemas untuk membincang tentang aliran-aliran baru dalam agama-agama di Indonesia. Acara ini juga dikemas dalam perbincangan yang mengundang penanya dari pemirsa. Talkshow ini menjadi menarik sebab banyak pertanyaan dari pemirsa di seputar hubungan antar agama yang memang menjadi daerah paling rawan dalam kehidupan umat manusia. Continue Reading »

KRIMINALISASI PELAKU NIKAH SIRI: SOLUSI ATAU PROBLEM BARU

 Saya kemarin sore, 5/03/2010,  menjadi keynote speaker dalam acara yang diusung oleh LSM Jatim one dalam acara responsi terhadap rencana menerbitkan Undang-Undang Nikah Siri. Yang menjadi nara sumber adalah KH. Abdurahman Nafis (tokoh NUdan MUI Jawa Timur) dan Yayuk Istichanah, tokoh LSM yang bergerak di dalam aktivitas gender di Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh gender Jawa Timur, mahasiswa, aktivis dan pengurus LSM Jatim One. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Continue Reading »

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BERBASIS GENDER

Hari ini saya diminta untuk memberikan sambutan pada pembukaan acara yang diselenggarakan oleh ELOIS bekerjasama dengan PSG IAIN Sunan Ampel dan kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah se Jawa Timur dalam Program Pengembangan Madrasah Berbasis Kesetaraan gender. Persoalannya adalah mengapa kesetaraan gender masih menjadi topic utama di dalam berbagai pelatihan di berbagai lembaga pendidikan, dan apa perlunya hal tersebut dilakukan. Continue Reading »

MENJADI UIN ANTARA TANTANGAN DAN HARAPAN

 Membaca tulisan mahasiswa tentang Konversi IAIN Sunan Ampel ke UIN Sunan Ampel, saya merasa bangga. Apapun response mahasiswa terhadap rencana konversi dari IAIN Sunan Ampel menjadi UIN Sunan Ampel adalah bagian dari rasa memiliki terhadap institusinya. Tulisan di buletin Coret yang diterbitkan oleh mahasiswa, memang secara khusus dalam satu edisi membahas tentang rencana konversi tersebut. Di antara tulisan itu ada yang pro dan kontra. Tetapi yang paling mendasar adalah tentang kekhawatiran mahasiswa mengenai  persoalan pasca menjadi UIN Sunan Ampel, apakah institusi ini  akan tetap memelihara Ilmu keislaman? Siapa yang akan memelihara ilmu keislaman? Apakah ilmu keislaman tidak akan terpinggirkan? Continue Reading »

SEKALI LAGI PLURALISME GUS DUR

 Ketika saya membaca tulisan Sirikit Syah di Warta BAZ (Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur), tentang Pluralisme Kebablasan, menurut saya ada hal yang memang harus dipahami secara komprehensip. Salah satu yang cukup mengganggu saya adalah ketika disebutkan bahwa Gus Dur adalah termasuk orang yang berkeyakinan bahwa semua agama sama. Ada pertanyaan yang harus saya kemukakan, bahwa apakah benar Gus Dur sampai tahapan berpikir seperti itu. Apakah Gus Dur sampai pada keyakinan bahwa semua agama secara teologis sama. Pertanyaan ini yang menurut saya perlu diklarifikasi sebab bisa mengandung “kesalahan” konseptual tentang pluralisme Gus Dur. Continue Reading »

MENDORONG KAUM PEREMPUAN BELAJAR

 Kesadaran kaum perempuan untuk belajar sesungguhnya sudah dimulai semenjak Raden Ajeng Kartini mendobrak tradisi  keluarga Jawa untuk  menyekolahkan anak-anaknya dan tidak mengawinkannya di usia yang masih dini. Hal itu terjadi tidak saja di kalangan orang awam atau rakyat jelata, tetapi juga di kalangan bangsawan atau kaum ningrat. Terbukti bahwa RA. Kartini sendiri dikawinkan di usia muda dan tidak diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikannya. Sementara saudara lelakinya diberi kesempatan untuk belajar lebih tinggi. Artinya, meskipun kesadaran berpedidikan sudah dilakukan ketika itu, maka masih kalah dibandingkan tentang kesadaran menyekolahkan anak-anak lelaki. Continue Reading »

PENDIDIKAN BAGI KAUM PEREMPUAN

Angka partisipasi pendidikan bagi kaum perempuan yang masih rendah ternyata menjadi perhatian Mendiknas Muhammad Nuh, sebagaimana yang diungkapkannya di Jawa Pos beberapa saat yang lalu. Keprihatinan Muhammad Nuh terkait dengan kenyataan empiris bahwa masih banyak perempuan yang hanya lulusan pendidikan dasar dan tidak melanjutkan ke pendidikan menengah atau bahkan pendidikan tinggi. Continue Reading »

GUS DUR DAN POLITIK NU KE DEPAN

Kemarin, Sabtu, 26 Pebruari 2010, saya diundang oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur untuk membahas tentang ”Implementasi  Pemikiran Gus Dur terhadap Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang Berkualitas dan Berdaya Saing Global”. Acara ini dihadiri oleh KHA. Muchid Muzadi, Ulama NU senior, dan Dr. M. Faqih, dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) Sepuluh Nopember Surabaya dan dipandu oleh Dr. Mahmud Mustain, juga dari ITS. Diskusi ini menjadi menarik karena akan dijadikan sebagai materi  persiapan Mu’tamar NU ke 32 di Makassar. Dan hasil seminar ini akan dijadikan sebagai rujukan untuk dibahas di Ciganjur Jakarta, beberapa saat yang akan datang. Continue Reading »

RELASI NU DAN POLITIK

Prof. Dr. H. Nur Syam, Msi

 Pengantar

NU semenjak semula memang merupakan organisasi sosial keagamaan yang memiliki tugas untuk memberikan panduan dan bimbingan, bagaimana agar perubahan kebutuhan maupun kaifiyah dalam memecahkan kebutuhan tersebut tidak mengakibatkan goncangan pada moral masyarakat dengan terus melakukan pembinaan akhlakul karimah. Dengan demikian, NU di satu pihak terus melakukan perbaikan dan khidmahnya kepada umat dan bangsa, di fihak lain NU terus berusaha agar menjaga masyarakat berpedang teguh pada sifat dan sikap yang mencerminkan akhlakul karimah yang bersumber dari ajaran Islam. Continue Reading »

MENELADANI NABI MUHAMMAD SAW

Hari ini, 12 Rabiul Awal 1431 H/26 Pebruari 2010,  saya diwawancari oleh Radio El-Shinta Surabaya terkait dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Pokok pembicaraan di dalam wawancara itu adalah  tentang apa yang sebaiknya dilakukan di dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw tersebut. Sebuah pembicaraan yang sangat hangat, sebab dilihat dari durasi waktunya ternyata relatif panjang kira-kira satu jam. Tidak seperti biasanya yang wawancara hanya setengah jam. Mungkin materinya yang cukup menarik. Memperingati hari kalahiran Nabi Muhammad saw telah menjadi tradisi umat Islam, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain terutama negara yang penduduknya banyak beragama Islam. Continue Reading »

KOMITMEN MEMBANGUN PELAYANAN PRIMA

 Membaca komentar Pak Wahyudi tentang bagaimana strategi pengembangan pelayanan prima tentu sangat menarik. Menurutnya, ada empat strategi terkait dengan pelayanan prima. Karena saya bukan alumni pendidikan manajemen, maka saya lebih melihat pelayanan prima dari perspektif ilmu yang sedikit saya kuasai, ilmu sosial. Dari dimensi ilmu manajemen, tentu strategi pelayanan merupakan bagian penting, sebab pelayanan merupakan bagian yang sangat urgen bagi peningkatan produk dan pelanggan. Continue Reading »